sumber: liputan6.com
Boba atau bisa disebut juga sebagai bubble merupakan bulatan-bulatan yang terbuat dari campuran tepung tapioka dan gula merah, bentuknya yang menyerupai kelereng tetapi kenyal, dan disajikan sebagai topping pada minuman manis, membuatnya populer dengan sangat cepat. Padahal, Boba sudah lama lahir di negara asalnya, Taiwan.
Boba diyakini lahir di Taiwan pada era 1980-an, dan dijual sebagai topping atau penganan tambahan pada minumal milk tea. Indonesia sebenarnya sudah lama memiliki 'kembaran' dari milk tea boba ini, sebut saja cendol, hanya saja cendol memiliki bentuk yang lebih ramping dan panjang layaknya ulat.
Pada tahun 1990, Quickly adalah pioneer dalam memperkenalkan minuman boba pada masyarakat Indonesia, tapi entah mengapa mungkin banyak orang Indonesia yang lebih menyukai cendol daripada boba saat itu.
sumber: yelp.com
29 tahun berselang, mulai banyak cafe cafe di Indonesia yang mempopulerkan Boba, salah satu andalannya adalah Milk Tea Boba atau minuman campuran susu dan teh dengan boba sebagai topping nya. Sekejap Boba sekakan menjadi barang yang ekslusif dan mewah, banyak penikmatnya yang menggunakan minuman boba sebagai konten di media sosial, bahkan tidak sedikit orang yang melakukan berbagai challenge, salah satunya adalah meminum 5 Liter Milk Tea Boba!Padahal, banyak ahli gizi yang mengkhawatirkan tren ini karena kalori segelas Milk Tea Bubble yang bisa mencapai 125 - 200 kkal, yang tentu saja amatlah tidak sehat bagi kesehatan para kaum millenial yang keranjingan akan Boba.
Beberapa pengamat bahkan memperkirakan bahwa tren boba ini akan berlangsung lama dan akan menjadi ladang pencari cuan yang menjanjikan bagi para pengusaha Boba di Indonesia. Sayangnya, pada medio Maret 2020, Virus COVID-19 melanda Indonesia, PSBB pun di berlakukan sehingga banyak usaha yang kelimpungan, juga, daya beli masyarakat yang menurun akan makanan selain makanan pokok.
Hal ini banyak membuat para pengusaha yang menggencarkan berbagai strategi, salah satunya dengan diskon besar-besaran. Tetapi, sayangnya hal ini belum bisa mengembalikan eksistensi Boba seperti sedia kala. Saya, sebagai konsumen dan pecinta Boba pun berharap untuk semua ini dapat pulih kembali dan kami, para penggemar Boba dapat kembali menikmati Boba seperti dulu lagi.
Artikel ini saya buat sebagai bahan Latihan dalam Pelatihan Menulis Untuk Pemula Tempo Institute.
Terima kasih =]


Komentar
Posting Komentar